Selasa, 19 Mei 2009

Menyingkap Misteri Perahu Nabi Nuh


Yourdan Uganda

Inillah salah satu gambar bahtera Nabi Nuh A.S
percaya ato gak ini fotonya yg penting liat aj dulu...


Apakah kisah perahu besar Nabi Nuh yang tercatat dalam kitab suci merupakan peristiwa nyata atau mitos? Selama ini para ahli dan sarjana selalu berdebat, tidak sedikit yang beranggapan, bahwa hingga saat ini sisa-sisa peninggalan perahu Nabi Nuh masih tersimpan di puncak gunung Ararat Turki. Menurut laporan media cetak Amerika pada 26 April 2004, sebuah tim peneliti beranggotakan 10 orang yang dibentuk oleh petualang Amerika dan Turki akan mendekati puncak gunung yang misterius itu pada Juli tahun 2004, untuk mencari jejak “perahu besar Nabi Nuh” (The Great Noah Ark).

Untuk menyingkap misteri perahu Nabi Nuh di pegunungan Ararat tersebut, tim gabungan ini akan mengirimkan penyelidik yang terampil. Diperkirakan mereka akan memasuki gunung Ararat pada 15 Juli 2004, dan akan menjalankan operasi penyelidikan yang berlangsung selama sebulan. Penanggung jawab tim tersebut yakni Daniel P. McGivern mengatakan, “Kami tidak akan menggali benda misterius itu, lebih-lebih tidak akan mengambil artefak apa pun, atau membuat sebuah perahu palsu di sana. Kami hanya akan mengambil gambar di sana, untuk diperlihatkan kepada kalian akan keadaan dan kondisi yang sebenarnya di sana.”

McGivern, pimpinan The Trinity Corporation of Honolulu, Hawaii mengatakan, bahwa sebelum mereka memasuki pegunungan Ararat, para anggota tim masih harus melakukan sejumlah besar persiapan kerja, seperti misalnya, mempelajari data-data yang berhubungan dengan ciri geografis dan bentuk permukaan bumi serta adat istiadat humanisme di daerah sekitar gunung Ararat. Menurutnya, problem terbesar yang dihadapi mereka saat ini adalah bagaimana mengadakan komunikasi dengan penduduk asli setempat. Karena gunung-gunung yang tinggi itu dianggap keramat oleh para penduduk asli setempat, dan mereka yakin akan eksistensi “Perahu Nabi Nuh”, oleh karena itu selama berabad-abad, mereka tidak pernah bersedia menceritakan tentang misteri yang berhubungan dengan gunung-gunung itu kepada orang luar.

Kalau mereka berhasil mendekati apa yang diduga sebagai struktur raksasa setinggi 45 kaki, lebar 75 kaki dan panjangnya sampai 450 kaki yang sempat tersingkap akibat gelombang panas dahsyat yang melanda Eropa pada musim panas yang baru lalu, itu berarti akan memperkuat dugaan sebelumnya. Sebagian besar anggota tim penyelidik mengatakan, bahwa bagi mereka yang memahami kitab Injil dan Al-quran, jika keberadaan “Perahu Nabi Nuh” benar-benar terbukti, maka itu akan menjadi simbol legendaris sepanjang sejarah manusia, dan menjadi sebuah rekor perkembangan evolusi manusia. Seperti diketahui kisah Nabi Nuh dan perahunya yang selamat dalam banjir besar tercantum dalam Alkitab dan Al-Qur’an.

Penemuan Awal
Sebenarnya, pencarian terhadap perahu Nabi Nuh sudah cukup lama dilakukan. Setahun setelah terjadi gempa bumi dan letusan gunung berapi dahsyat pada 2 Mei 1883 yang telah memorak-porandakan kampung di kaki gunung Ararat, kerajaan Turki mengirim tim ekspedisi untuk melihat akibat yang ditimbulkannya. Kapten Gayscoyne, duta Inggris di Istambul, turut dalam ekspedisi itu. Saat itu mereka melihat “Perahu Nabi Nuh”.

Bukan itu saja, mereka juga dapat masuk dan mengukur perahu purba itu. Namun mereka tidak dapat mengukur dengan tepat dan lengkap karena sebagian darinya diselimuti es dan hanya 20 hingga 30 kaki saja yang menjulur keluar. Diketahui perahu itu dibuat dari balok kayu yang sudah tidak tumbuh lagi di bumi.

Menindaklanjuti temuan itu, pada 1917, Kaisar Rusia Tsar Nicholas II telah mengirim 150 orang pakar dari berbagai bidang dan tentara untuk mencari dan menyelidiki perahu Nabi Nuh. Setelah sebulan, tim ekspedisi itu baru sampai ke puncak Ararat. Segala kesukaran telah berhasil mereka lewati, dan akhirnya menemukan perahu Nuh tersebut. Dalam keadaan terkagum, mereka mengambil gambar sebanyak mungkin. Mereka mencoba mengukur panjang perahu Nuh dan didapati berukuran panjang 500 kaki, lebar 83 kaki dan tinggi 50 kaki, sebagian lainnya tenggelam di dalam salju.

Hasil dari perjalanan itu dibawa pulang dan mau diserahkan kepada Tsar, malangnya sebelum sempat melaporkan temuan itu ke tangan kaisar, Revolusi Bolshevik Komunis (1917) meletus. Laporan itu akhirnya jatuh ke tangan Jenderal Leon Trotsky. Sehingga sampai sekarang masih belum diketahui, apakah laporan itu masih disimpan atau dimusnahkan.

Pada 1949, pilot Rusia Lotskovitsky juga mengambil foto “Perahu Nabi Nuh”. Foto tersebut menunjukkan sebuah bintik gelap yang samar-samar tampak di bawah lapisan es yang tebal di puncak gunung, karena itu tidak sedikit ahli yang curiga bahwa itulah perahu Nabi Nuh.

Tahun 1957, beberapa pilot Angkatan Udara Turki sempat menyelidiki puncak Ararat, dan mendapati obyek di Provinsi Agri menunjukkan bentuk sebuah perahu. Namun, karena perang dingin Uni Soviet vs. AS, penemuan itu tidak ditindaklanjuti dengan alasan “mencegah mata-mata AS mendekat”, Uni Soviet melarang pesawat setiap negara memasuki di sekitar pegunungan Ararat. Larangan itu baru dicabut pada 1982, dan sejak itu berbagai tim ekspedisi mulai berdatangan lagi, namun tidak ada yang mampu membuktikan.

Ada juga cerita tragis pada 1960-an. Seorang pengusaha minyak menumpang helikopter di bagian utara gunung Ararat untuk urusan bisnis. Tiba-tiba ia terkejut melihat satu kotak besar yang panjang menyerupai perahu. Ia kemudian menyuruh pilotnya mendekati obyek itu untuk mengambil beberapa gambar. Dengan rasa bangga, ia memperlihatkan gambar-gambar yang telah diambilnya itu pada semua rekan-rekannya di Timur Tengah dan Amerika. Pada saat yang sama ia mencoba mencari bantuan dana untuk menjalankan ekspedisi mencari “Perahu Nabi Nuh”. Karena tidak mendapat dana, ia kecewa dan akhirnya pergi ke British Guyana membuka tambang minyak.

Pada 27 Desember 1962, pengusaha itu ditemukan mati dibunuh dengan keadaan tubuh terapung di kolam renang hotel. Dalam laporan pada polisi, seorang kawan baiknya mengatakan bahwa lemari tempat menyimpan semua foto “Perahu Nabi Nuh” telah digeledah orang 10 hari sebelum kejadian. Gambar perahu Nuh telah hilang. Kawan-kawan baik pengusaha itu mengaku bahwa mereka telah melihat foto hitam putih "Perahu Nabi Nuh" yang berukuran 8 x 10 inci. Dan tidak menolak kemungkinan ia dibunuh karena foto tersebut.

Baru kemudian pada 1995, analis gambar satelit Amerika Bolsey Taylor mulai memperhatikan obyek misterius yang disebut “keajaiban gunung Ararat” itu. Ia menghabiskan beberapa tahun lamanya, mengumpulkan sejumlah besar gambar dari satelit, dan mengklasifikasi foto satelit tersebut, akhirnya didapati, bahwa itu adalah sebuah benda raksasa yang panjangnya 180 meter. Namun, mereka juga tidak tahu persis benda apa sebenarnya, menurutnya bisa saja itu merupakan benteng kuno Turki, atau mungkin reruntuhan sebuah pesawat, dan kemungkinan juga itu adalah “Perahu Nabi Nuh”.

Hingga akhirnya Porcher Taylor, ahli satelit mata-mata, merasa terpanggil untuk ikut mencari kapal Nuh tersebut. Taylor adalah lulusan Akademi Militer West Point AS yang khusus sejak lama mendalami bidang satelit mata-mata. Sejak sembilan tahun lalu rupanya sudah mulai meneliti keanehan yang terjadi di sekitar gunung Ararat Turki ketika ia bertugas memata-matai negara-negara yang berbatasan dengan Uni Soviet .

Taylor sekarang bekerja sama dengan perusahaan satelit pengintai komersial Quick Bird, dan mulai lagi melakukan pemotretan di sekitar gunung Ararat. Sayangnya, foto yang diambil sekarang masih kurang detail karena dari beberapa pengambilan gambar di sekitar gunung tersebut terlalu mendung. Setidaknya usaha Taylor menjadi sebuah harapan besar umat manusia menemukan salah satu kebesaran Tuhan yang hilang.

Sekitar tiga tahun lalu, seperti ditulis G. Joseph, arkeolog Ron Wyatt dan David Fasold menyatakan telah menemukan pendaratan “Perahu Nabi Nuh”. Penemuan ini menyatakan juga bahwa jejak itu tidak berada di puncak Ararat tetapi sekitar 20 mil dari puncak Ararat, dekat sisi dari Turki dan Iran. Tetapi mereka percaya bahwa pasti benar apa yang dikatakan Alkitab bahwa bahtera Nuh mendarat di puncak Ararat. Pergeseran tanah selama ribuan tahun, gempa bumi, adanya gunung baru, dapat mengakibatkan bergesernya lokasi pendaratan tersebut dari puncak gunung Ararat ke posisi sekarang.

Lihat gambar berikut, adalah penandaan yang dilakukan oleh para arkelog. Karena dengan mata telanjang, tanda tersebut sama sekali tidak akan tampak. Penandaan tersebut diambil dari sebuah radar khusus untuk mengidentifikasikan struktur tanah yang membentuk suatu obyek. Pengukuran obyek yang ditandai mempunyai altitude 7.546 kaki. Panjangnya, 558 kaki, dan lebarnya 148 kaki. Ukuran tersebut hampir tepat seperti dalam Alkitab di mana Allah memerintahkan Nuh untuk membuat suatu perahu yang besar. Di sekitar obyek tersebut, juga ditemukan oleh Ron Wyatt sebuah batu besar dengan lubang pahatan.

Mereka percaya bahwa batu tersebut adalah “drogue-stones”, di mana pada zaman dahulu biasanya dipakai pada bagian belakang perahu besar untuk menstabilkan perahu. Radar dan peralatan mereka menemukan sesuatu yang tidak lazim pada level “iron oxide” atau seperti molekul baja. Struktur baja tersebut setelah dilakukan penelitian bahwa jenis “vessel” ini telah berumur lebih dari 100.000 tahun, dan terbukti bahwa struktur dibuat oleh tangan manusia. Mereka percaya bahwa itu adalah jejak pendaratan perahu Nuh.

Peninggalan prasejarah yang berharga itu bukan saja menarik minat para peneliti sejarah malah pihak intelijen seperti CIA/KGB pun pernah mencoba menyelidikinya. Pihak CIA telah menggunakan satelit dan pesawat Stealth untuk mengambil gambar obyek yang diduga perahu Nuh itu. Gambar-gambar itu telah menjadi “rahasia besar” dan disimpan rapi dengan penjagaan yang sangat ketat bersama dengan “rahasia-rahasia” penting lainnya di Pentagon.

Sejarah & Misteri Kapal Titanic



Yourdan Uganda

Penumpang kapal Titanic asal Inggris yang selamat, Millvina Dean, telah memasuki usia 90 pada tahun 2002 lalu, berfoto di depan poster promosi pelayaran perdana kapal tersebut. (AFP PHOTO)

Pada 14 April 1912 silam, sebuah bencana kapal karam,merenggut 1500 nyawa manusia dan mengubah nasib keluarga yang tak terhitung banyaknya.

Kapal pesiar mewah raksasa bertenaga uap sepanjang 269 meter yang dibuat Inggris ini,adalah kapal terbesar ketika itu. Kapal Titanic ini terkenal dengan konstruksi bajanya yang kokoh, karena itu diklaim sebagai kapal yang tidak bisa tenggelam. Dalam pelayaran perdananya dari Southampton, (Inggris) ke New York (Amerika), nasib Kapal Titanic sudah ditakdirkan. Malam pada 14 April 1912 silam itu, Kapal Titanic menabrak sebuah gunung es besar di Grand Banks, Newfoundland. Badan kapal mengalami kerusakan parah, ribuan ton air laut merembes ke palka kapal. Hingga akhirnya tenggelam setelah badan kapal terpotong 2 dari tengah. karena sekoci penolong jumlahnya tidak mencukupi, maka hanya sekitar 700 orang yang tertolong di antara 1311 penumpang dan 897 awak kapal yang berada di atas Titanic tersebut.

Pada 1985, orang-orang akhirnya berhasil menemukan posisi tenggelamnya kapal, di dasar laut sedalam kurang lebih 1260 meter dasar laut samudera Atlantik,mereka mendapati kapal itu sudah terpotong 2 bagian,tertancap tegak di dasar laut. Reruntuhan kapal karam telah hancur sama sekali terkikis air laut, podium, tiang kapal depan dan dek buritan kapal sudah tidak ada.

Kastil yang mengapung di atas laut
Kapal Titanic yang megah merupakan kapal pesiar paling mewah kala itu. Kamar kelas satu dikemas dalam gaya klasik, di atas kapal juga dirancang aula persahabatan yang mewah, restoran, ruang fitness, kafe dan sebuah kolam renang, ruang kabin pribadi yang anggun bahkan juga dilengkapi dengan barang-barang antik serta istalasi lainnya. Great Staircase dapat dikata sebagai pemasangan yang paling mengagumkan pada segenap Kapal Titanic. Segenap kapal Titanic dapat dikata sebagai kastil yang mengapung di atas laut kala itu, begitu mewah dan anggun, namun semua ini tidak dapat mengubah nasibnya yang tragis. Pameran barang seni Titanic yang pernah diselenggarakan di San Fransisco, AS. Hingga saat ini, peristiwa karamnya kapal pesiar mewah Titanic yang dramatis, merupakan salah satu bencana yang paling menakutkan dalam sejarah pelayaran.

Roda Kereta Firaun Ditemukan di Laut Merah


Yourdan Uganda

Masih ingat dengan kisah mukjizat Nabi Musa yang membelah laut merah dengan tongkatnya? Jika salah satu diantara anda menganggap kisah tersebut hanya merupakan dongeng belaka, sekarang mari kita simak tulisan dibawah ini.

Seorang Arkeolog bernama Ron Wyatt (lihat di http://www.wyattmuseum.com/ron-wyatt.htm) pada akhir tahun 1988 silam mengklaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah.

Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Firaun yang tenggelam dilautan tersebut saat digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.

Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.

Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa-sisa tulang belulang itu merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Fir'aun yang tenggelam di laut Merah.

Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan, memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam. Dimana menurut sejarah, kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.

Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas.

Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi-nabiNya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka.

Diantara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Firaun.

Lubang Hitam Mengancam Galaksi di Sekitar


Yourdan Uganda

WASHINGTON—Sebuah galaksi “bintang kematian” sedang memancarkan partikel-partikel dan radiasi magnet dengan kekuatan super besar yang kemungkinan akan mele-nyapkan kehidupan apapun di garis edar pancarnya, terutama di galaksi terdekat, demikian yang dikatakan para astronom.

Mereka mengatakan ke dua galaksi ini tampaknya akan menyatu dan kekacauan medan magnet yang diakibatkan tabrakan ini kemungkinan dapat membangunkan tidur panjang sebuah lubang hitam raksasa di salah satu galaksi.

Para astronom memiliki gambar-gambar letusan mematikan, menyembus dari sebuah sistem yang dinamakan 3C321.

Data dari Observatorium NASA’s Chandra X-ray menunjukkan kedua galaksi tersebut memiliki lubang hitam raksasa di pusat, dan 3C321, galaksi yang lebih besar inilah yang memancarkan aliran partikel dan energi. Galaksi yang lebih kecil yang belum diberi nama tampaknya berbelok masuk ke garis edar pancar ini.

Para astronom setuju bahwa kedua galaksi tersebut kemungkinan memiliki sistem planet namun tidak ada kehidupan tiruan di planet apapun yang dapat selamat dari ledakan. Dalam laporan The Astrophisical Journal dikatakan bahwa pancaran sedemi-kian kuat pernah terjadi sebelumnya, namun ini adalah pertama kalinya pancaran tersebut memukul galaksi lain.

“Pertama ini merupakan medan radiasi sinar gamma yang sangat besar yang mungkin menghancurkan lapisan ozon,” kata Dan Evans dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics yang memimpin studi ini.

Dan medan magnet dari planet manapun akan dimampatkan, menyebabkan bintangnya mudah di-serang badai tata surya.

“Ada puluhan hingga ratusan juta bintang dalam sebuah garis edar planet. Beberapa dari bintang-bintang tersebut memiliki planet-planet,” kata Martin Hardcastle, seorang ahli astrofisika di Britain’s University of Hertfordshire.

“Ini…seperti sebuah penggertak, sebuah penggertak lubang hitam, yang menghantam hidung ga-laksi lain yang lewat,” kata Neil deGrasse Tyson, direktur Planetarium Hayden di American Museum of Natural History di New York.

Tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengenai sinar mematikan ini akan menghantam bumi, galaksi-galaksi ini jaraknya 1.4 miliar tahun cahaya, atau sekitar 10 triliun kilometer dari bumi.

Pancaran kuat dari lu-bang hitam pernah terlihat sebelumnya, dan pancaran tersebut menghasilkan sejumlah besar radiasi, terutama sinar X dan gamma energi tinggi.

“Sebagai tambahan, ada radiasi energi tinggi yang datang dari pusat galaksi aktif. Ini bukanlah pancaran,” kata Evans.

Belum jelas mengapa galaksi yang lebih besar mulai memancarkan sinar-sinar mematikan ini. “Kami tahu untuk menembak sebuah lubang hitam adalah dengan membuat dua galaksi saling berinteraksi karena ini akan mengacaukan medan gravitasi yang sebelumnya stabil,” kata Tyson.

Evans mengatakan bahwa ke dua galaksi kelihatannya masih dalam pro-ses penyatuan dalam jang-ka waktu miliaran tahun.

Bukan berarti semua kematian dan penghancuran seperti kejadian-kejadian ini dapat mengarah pada terciptanya kelahiran bintang-bintang baru, kata Tyson. (val/rtr)

Penanggalan dan Angka Astronomi Bangsa Maya


Yourdan Uganda

Orang Maya dalam angka penanggalannya menggunakan titik, garis serta tanda kerang-kerangan yang menggantikan nol untuk menyatakan angka.

Angka-angka Arab yang kita kenal sejak kecil, pasti tidak ada orang yang menganggapnya luar biasa. Dia hanya sederetan angka dari 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 hingga 0 saja. Mungkin kita semua tidak mengetahui bahwa gagasan 0 ini dibawa oleh orang Arab dari India ke Eropa, orang Eropa di zaman dahulu kala tidak mempunyai konsep angka yang sesimpel ini. Orang Yunani pintar dalam hal cipta-mencipta, namun mereka menulis angka harus memakai aksara. Sedangkan orang Roma bisa menggunakan angka, tetapi mereka itu hanya bisa menggunakan pola diagram dari empat angka untuk mewakilinya.

Ketika arkeolog mempelajari sistem angka-angka bangsa Maya, mendapatkan bahwa ekspresi angka serta biji sempoa mereka ada kehebatan yang sama dalam penyampaian maksud. Mereka menggunakan tiga simbol yakni: titik, garis horizontal serta simbol kerang-kerangan untuk mewakilkan nol --sudah cukup untuk menyatakan angka apa saja. Teori semacam ini dipergunakan dalam "sistem biner"-nya kalkulator sekarang ini.

Cara menghitung angka semacam ini, bisa dipergunakan pada angka ilmu falak. Dari ukiran tiang batu yang disebut batu prasasti yang ditemukan di Girikua, Guatemala Amerika Selatan, tercatat angka yang sudah berusia 90 juta hingga 400 juta tahun lamanya.


Penanggalan Maya sangatlah rumit, ada yang berdasarkan penanggalan Tzolkin yang 260 hari sebagai siklus, enam bulan sebagai siklusnya penanggalan candra, 29 serta 30 hari sebagai siklusnya penanggalan surya serta penanggalan surya yang 365 hari sebagai siklus dan sebagainya, siklusnya berbeda penanggalannya pun berbeda. Kita dapat ketahui melalui observasi astronomi mutakhir bahwa setahun itu adalah 365, 2422 hari, namun orang Maya jauh-jauh hari sudah mengobservasikan bahwa satu tahun itu ada 365, 2420 hari. Tingkat akurasi yang begitu tinggi, sungguh suatu hal yang sulit dibayangkan.

Satuan yang dipakai untuk menghitung hari bagi orang Maya itu luar biasa sekali, nilai-nilai angka yang sudah diketahui oleh arkeolog adalah sebagai-berikut:

20 hari ialah satu Winar
18 Winar ialah satu Toon sama dengan 360 hari
20 Toon ialah satu Katoon sama dengan 7.200 hari
20 Katoon ialah satu Bagtoon sama dengan 144.000 hari
20 Bagtoon ialah satu Biktoon sama dengan 2.880.000 hari
20 Biktoon ialah satu Karaputoon sama dengan 57.600.000 hari
20 Karaputoon ialah satu Kimkirtoon sama dengan 1.152.000.000 hari
20 Kimkirtoon ialah satu Alatoon sama dengan 23.040.000.000 hari

Mengapa harus mengembangkan bilangan begitu besar? Besarnya satuan bilangan itu sehingga orang modern pun belum menggunakannya. Berdasarkan persepsi ilmu pengetahuan saat ini, mungkin angka-angka tersebut hanya terpakai untuk satu kurikulum saja, yakni ilmu falak. Sering kali astronom menggunakan satuan bilangan yang sangat besar untuk menyatakan jarak antara planet itu sendiri, dan hanya "angka ilmu falak" dari ilmu falak itulah yang begitu besar.

Pemahaman benda angkasa bagi orang Maya itu, jauh melebihi sistem galaksinya. Di luar dugaan bahwa di dalam sebuah penanggalan orang Maya yang disebut Tzolkin itu ada catatan perubahan iklim pada galaksi (Galatic Seasons). Taswin atau penanggalannya orang Maya, telah mencatat perubahan benda-benda angkasa dalam waktu yang panjang, "zaman matahari" mereka ialah sebuah penanggalan sistem galaksi, penanggalan seperti ini, tidak dapat dihitung oleh ilmu pengetahuan sekarang apalagi observasinya.

Dari catatan "zaman matahari" kita mendapatkan orang Maya percaya bahwa cara alam semesta ini berotasi berdasar "sirkulasi besar", setiap sirkulasi adalah satu "zaman matahari". Sirkulasi semacam ini hampir mirip dengan "Tian Kan" (10 batang langit) dan "Ti Ce" (12 batang bumi)-nya orang Tiongkok, penanggalan ialah sirkulasi yang tak putus-putus, dan tidak seperti garis lurusnya tarikh Masehi yang tak bertitik akhir. Rupa-rupanya tarikh seperti ini menjadikan hukum rotasi ruang alam semesta yang lebih besar itu melebur menjadi satu, mirip almanak Batang langit dan cabang bumi Tiongkok yang dapat mencatat tahun, bulan, hari bahkan waktu yang disebut suratan delapan huruf dan tanggal lahir itu.

Kalau bertitik tolak dari ilmu pengetahuan modern yang melampaui peradaban untuk mempelajari masih belum ada penjelasan yang akan membuat orang yakin sepenuhnya. Ini berarti ilmu pengetahuan praktis kita ini jauh tertinggal jika dibanding dengan peradaban-perdaban prasejarah itu, dan tak layak disebut ilmu pengetahuan yang sejati.

TEORY ASTRONOT KUNO (ANCIENT ASTRONAUT)


Yourdan Uganda


Zecharia Sitchin, lahir di russia kira2x tahun 1920

Ide mengenai ini sudah lama disuarakan oleh para penggila teori konspirasi. Mereka percaya bahwa kebudayaan, teknologi dan pengetahuan manusia didapat dari para astronot kuno (alien yg datang berkunjung ke bumi jauh sebelum manusia dapat membangun peradaban)

Contoh teknologi yg dikatakan merupakan hasil ajaran dari alien adalah Piramida di Mesir, Piramida di Amerika Latin dsb.

Zecharia Sitchin, lahir di russia kira2x tahun 1920an... adalah pengarang teori astronot kuno (ancient astronaut theory) dari asal muasal manusia.

Sekilas memang apa yang diutarakannya mirip dongeng atau karangan orang yg memiliki keterbelakangan/kelainan mental, namun thesis yang dilemparkannya itu didasarkan pada legenda2x dan pengetahuan dari bangsa sumeria kuno. Selain itu ia juga mengambil petikan2x dari kitab perjanjian lama, dimana menurutnya kejadian2x itu sebenarnya merupakan ilustrasi dari kontak antara manusia dengan extraterrestrial.

Sumeria merupakan salah satu kebudayaan manusia kuno, apa dan darimana kebudayaan ini berasal belum ada yang dapat menjelaskannya, terlebih lagi menyangkut bagaimana mereka bisa begitu maju, sehingga mereka bisa mengetahui tehnologi dan ilmu yang cukup canggih, bahkan untuk ukuran masa kini. Kemajuan tehnologi sumeria juga berkaitan erat dengan peradaban kuno lainnya seperti Mesir, bangsa Maya, dsb.

Nah..... secara garis besar sitchin berpendapat bahwa yang mengajarkan tehnologi tersebut itu adalah mahluk luar planet ini didasarkan pada legenda2x sumeria. Bahkan menurutnya bahwa manusia itu bukanlah asli mahluk bumi, melainkan bawaan dari mahluk asing. Manusia sekarang (species homo sapien) adalah suatu proyek dari ras luar angkasa yang disebutnya annunaki dan nephilim.

Salah satu hal yg mendorong lahirnya "kegilaan" teori ini salah satunya bila kita melihat kemajuan pengetahuan astronomi bangsa sumeria yg memang membuat takjub manusia modern, misalnya mereka mengetahui benda2 x langit tanpa bantuan teleskop, terus mereka yakin kalo sabuk asteroid (darimana coba, mereka tau?) itu berasal dari sebuah planet yang hancur, yang disebut tiamat, yang hancur karena bertubrukan dengan bulan dari nibiru.

Selain itu bangsa sumeria juga mengenal banyak sekali keberadaan benda2x angkasa
lainnya yang beberapa diantaranya sampe sekarang belum dapat dibuktikan keberadaannya secara sains modern.

Banyak kalangan astronomi berpendapat bahwa teori zecharia sitchin itu hanyalah dongeng, trus digolongkan sebagai pseudoscience.


Namun teori ini tetap hidup dalam benak para penggila konspirasi di seluruh muka bumi......


Bangsa Maya


Sebuah cerita kuno bangsa Maya pernah menyebutkan bahwa 10000 tahun yg silam bangsa
ini pernah mencapai kemajuan peradaban yg tiada bandingannya. Meski para ahli
sendiri masih memperdebatkan keabsahan kalimat 10000 tahun yg dimaksud oleh bangsa
Maya ini, apakah sekedar kalimat dongeng atau memang berdasarkan ingatan sejarah mereka.

Sayangnya banyak sekali catatan kuno ini yg musnah terbakar, dan hanya tertinggal 3 naskah kuno peninggalan bangsa Maya yg masih tersisa hingga kini. Dan buku-buku itu disebut sesuai dengan nama tempat mereka disimpan yakni Dresdensis Codex, Paris Codex dan Madrid Codex...

Singkat cerita, menurut ceritera kuno tersebut asal mula dewa para bangsa maya adalah
dari bintang-bintang yang mengadakan hubungan dengan bumi......

Terlebih lagi di situs peninggalan bangsa Maya di Palenque diketemukan bukti-bukti relief mengenai Raja Pakal yg terlihat seperti seorang astronot yg sedang mengendarai kendaraan (roket luar angkasa).... Lagi - lagi kebenaran interpretasi gambar ini masih diperdebatkan.

Namun para penggila teori konspirasi memasukkan bukti bukti relief ini sebagai wujud
keberadaan kontak mahluk asing (alien) dgn penghuni bumi pada jaman kuno. Terlebih
lagi mereka mendasari argumennya dari cerita kuno bangsa maya mengenai dewa-dewa
mereka yg berasal dari bintang dan mengadakan kontak dengan bumi.

Minggu, 12 April 2009

GLOBAL WARMING



Es di Kutub Utara Menghilang 30 Tahun Lagi
es

WASHINGTON - Kekhawtiran akan melelehnya es di
kutub utara semakin menjadi. Dari analisis yang menggunakan komputer
terungkap, kalau es di kutub utara akan menghilang pada 30 tahun lagi.

“Kutub
utara ternyata, berubah lebih cepat dari apa yang dipikirkan orang,”
kata James Overland, oceanographer dari Laboratorium Lingkungan
Kelautan (NOAA), seperti yang dikutip Reuters, Sabtu (4/4/2009).

“Ada
kombinasi yang menyebabkan percepatan ini terjadi antara kondisi alam
dengan kelakuan manusia. Kombinasi itu gabungan dari air hangat dan
kondisi laut yang disebabkan oleh peningkatan gas rumah kaca,”
tambahnya.

Hasil penelitian ini sendiri, menggunakan enam model
komputer, termasuk diantaranya tiga komputer canggih yang khusus
meneliti tentang kadar keadaan laut di kutub utara. Setelah itu, data
mengenai es yang telah mencair pada 2007 dan 2008, dikombinasikan. Dan
hasilnya diketahui, es akan menghilang dari kutub utara pada 30 tahun
mendatang.


Dua Triliun Ton Es di Bumi Mencair Sejak 2003
18 Desember 2008

nokyilz6ef.jpgWASHINGTON - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyatakan lebih dari dua triliun ton es di Greendland, Antartika dan Alaska mencair sejak tahun 2003. Data yang dikumpulkan lewat satelit milik NASA tersebut dinilai sebagai bukti ancaman pemanasan global yang semakin meningkat.

Foxnews, Kamis (18/12/2008) memberitakan, dari jumlah tersebut wilayah Greenland merupakan wilayah es yang paling banyak mencair. Menurut ahli geofisika NASA, Scott Luthcke air dari es yang mencair selama lima tahun di Greenland dapat mengisi sekira 11 teluk Chesapeake di pantai Atlantik AS.

Data penelitian yang dikumpulkan NASA tersebut dipaparkan pada konferensi American Geophysical Union di San Fransisco.

“Data untuk Greenland tahun 2008 belum sepenuhnya lengkap tapi kami yakin jumlah es yang mencair takkan jauh berbeda dengan tahun 2007,” kata Luthcke.

Sementara itu, untuk keadaan es di wilayah Alaska pada tahun 2008 sedikit membaik setelah mengalami penurunan besar pada tahun 2005. Sejak lima tahun lalu diperkirakan� jumlah es yang mencair mencapai 400 miliar ton daratan es.

Menurut peneliti NASA lainnya, Jay Zwally keadaan itu merupakan hasil dari perubahan iklim yang semakin mengancam sejak beberapa tahun terakhir.

“Mencairnya es di Greenland telah berdampak pada peningkatan level permukaan air laut. Pada tahun 1990 mencairnya es di kawasan itu tidak mempengaruhi kondisi permukaan air laut, tapi sekarang pencairan es menambah setengah millimeter permukaan air laut,” katanya.